
Salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah banyak gaya #PengusahaBanyakGaya. Baru jadi pengusaha baru saja gayanya sudah selangit #PengusahaBanyakGaya . Padahal kalau dilihat belum tentu usahanya menghasilkan profit yang besar atau memiliki cashflow yang stabil. Bukan berarti kita berprasangka buruk kepada pengusaha yang baru menjalankan bisnisnya,
Tapi coba kalau kita lihat lagi lebih dalam tentang caranya membelanjakan keuangannya. Padahal baru jadi pengusaha pemula itu bukanlah tindakan yang sebaiknya dicontoh. Bagi pengusaha yang ingin belajar bagaimana caranya menjadi pengusaha yang kaya sesungguhnya.
Tidak salah bagi kita ketika sudah memiliki usaha dan ingin membeli sesuatu yang kita inginkan, tapi yang salah adalah jika kita memiliki usaha dan kita membeli sesuatu yang kita inginkan. yang kita inginkan yaah tapi sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan.
Gaya hidup yang seperti ini biasanya akan menggrogoti bisnis kita perlahan-lahan. Kelihatannya sepertinya bisnis kita baik-baik saja. jika kita tidak memerhatikan bisnis kita tapi malah membelanjakan bisnis kita untuk hal tdk penting itu tidak bijak. Intinya ada pada gaya hidup kita.
Ada kisah yang menceritakan seorang pengusaha yang bergaya hidup sederhana, dia membeli sesuatu yang diinginkannya dengan nilai maksimal 1/10 dari nilai penghasilannya. Misalkan keuntungannya adalah 100 juta, maka dia hanya memakai 10 juta untuk membelanjakan barang keinginannya seperti HP atau yang lainnya. Jagalah gaya hidup anda untuk tetap sederhana walaupun anda seorang pengusaha dengan keuntungan besar.
Pergunakan dengan bijak antara keuangan pribadi dan keuangan perusahaan, jangan dicampur adukkan. Jika jadi pengusaha kadang kita berusaha untuk merubah penampilan dan gaya hidup kita. misal dengan barang-barang yang sesuai dengan besarnya bisnis kita. Tapi hati-hati, jangan membuat itu menjadikan diri kita sombong. Atau hanya ingin terlihat kaya karena kesombongan adalah awal dari kehancuran.
Orang kaya yang sesungguhnya akan terlihat wajar dalam keadaan sulit ataupun senang.